Ia juga menerangkan, masyarakat yang secara umum, mereka yang memiliki ternak akan dijual untuk keperluan tertentu.
"Biasanya itu dijual kalo sudah menjelang bulan puasa, atau bulan puasa. Salah satunya untuk keperluan hari raya. Terus ada lagi, keperluan untuk hajat, menikahkan anak, atau memperbaiki rumah, gitu," terangnya.
Nurul Hidayat melihat, meski masih tetap ada yang merawat ternaknya sendiri-sendiri, namun sejak adanya pendampingan sudah mulai ada peternakan yang dikelola secara kelompok, sekaligus ia katakan berhasil.
"Ini yang sendiri-sendiri masih ada, masih banyak juga, yang kelompok sudah mulai ada. Nah, kelompok yang ada ini disebut berkah, alhamdulillah, dengan pendampingan dari Baznas, plus dengan dari Unej, dengan Dinas Peternakan Kabupaten (Bondowoso), alhamdulillah berhasil," ucapnya.










