Beras sebagai komoditas penyumbang inflasi tertinggi di Jember, hanya menyumbang 0,0327 persen dengan besaran inflasi 0,77 persen. Disusul dengan rokok kretek filter yang juga mengalami inflasi sebesar 1 persen, hanya menyumbang 0,03 persen pada inflasi di Jember.
Sedangkan deflasi didorong oleh komoditas penyumbang terbesarnya yakni cabai rawit, mengalami deflasi sebesar 35,16 persen dan memiliki andil sebesar 0,223 persen. Disusul juga oleh minyak goreng yang mengalami deflasi sebesar 10,15 persen dan memiliki andil sebesar 0,1537 persen.
"Dari 358 (komoditas yang dipantau), 58 komoditas mengalami deflasi, yang inflasi 103, selebihnya stabil. Dari jumlah komoditasnya kan lebih banyak inflasi ya, tapi Jember kok deflasi? Karena deflasinya sangat signifikan," terangnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam grafiknya, Jember terus mengalami inflasi di tiap bulan pada tahun 2022. Secara beruntun dari bulan Januari hingga Juli 2022, dengan inflasi: 0,46; 0,06; 1,07; 1,43; 0,52; 0,71; dan 0,67 persen.










