SURABAYA (bangsaonline) - Bedah buku 'Gus Dur Ya PKB, PKB Ya Gus Dur' di
kantor PWNU Jatim, Sabtu (5/4), mengklarifikasi cerita konflik
berkepanjangan antara Gus Dur dengan kubu Muhaimin Iskandar di PKB.
Konflik sengaja dibangun Gus Dur sebagai bagian dari kaderisasi
kepemimpinan.
Penjelasan ini disampaikan pendamping Gus Dur semasa hidup, yang juga
penulis buku yang dibedah. Salah satunya disampaikan Asisten Pribadi Gus
Dur, Sulaiman. "Gus Dur sengaja mencipta konflik untuk mengkader
kader-kadernya agar siap menjadi pemimpin," katanya.
Penulis buku Gus Dur, HM Mas'ud Adnan, mengatakan, konflik PKB di media
antara Gus Dur dengan Muhaimin bagian dari dramaturgi yang dikonstruk
oleh Gus Dur. Mas'ud bercerita, suatu waktu Gus Dur dan Muhaimin hadir
di suatu acara di sebuah wilayah di pegunungan. Di situ keduanya hadir
atas undangan seorang kiai.
Kiai itu, cerita Mas'ud, bermaksud mendamaikan Gus Dur dan Muhaimin.
Tapi acara perdamaian urung terjadi setelah Gus Dur menyampaikan bahwa
tidak ada apa-apa antara dirinya dengan PKB maupun Muhaimin.
"Menariknya, setelah pulang Gus Dur dan Muhaimin satu pesawat dan tidak
apa-apa," jelasnya.
Dari situ, lanjut Mas'ud, dipahami bahwa dramaturgi yang dibangun Gus
Dur adalah bagian dari kaderisasi kepemimpinan kepada kader-kadernya.
"Jadi Gus Dur harus dibedakan antara di panggung politik dengan di luar
politik," tandasnya.
Soal Gus Dur dan para elit PKB, seperti Muhaimin dan Nahrawi, tidak ada
sikap untuk membenci atau memusuhi. "Karena mereka adalah kader-kader
Gus Dur dan yang satu pemikiran dan sikap dengan Gus Dur," jelas Mas'ud.
Untuk diketahui, buku 'Gus Dur Ya PKB, PKB Ya Gus Dur' disusun oleh Gus
Yusuf, Moch Munib Huda, Bambang Susanto, dan Sulaiman. Selain tiga
penulis itu, hadir pula di acara bedah buku ini di PWNU, Sekjen DPP PKB
Imam Nahrawi dan Pimpinan Umum HARIAN BANGSA HM Mas'ud Adnan.




