Pencuri Burung di Nganjuk Babak Belur Dimassa

Pencuri Burung di Nganjuk Babak Belur Dimassa

NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Dua pencuri yang mencoba membobol kios penjual burung, Yudi (42 tahun) dan Muazim (40), keduanya warga Ngoro, Kabupaten Jombang, gagal melakukan aksinya karena kepergok pemilik kios Sunarsam.

Merasa aksinya diketahui pemilik, pelaku nekat memukulkan linggis yang dipakai untuk membobol kios ke kepala korban hingga kepalanya berdarah. Merasa kesakitan, pemilik kios berteriak minta tolong. Teriakan tersebut membuat warga berdatangan dan mengejar pelaku. Setelah tertangkap, warga yang jengkel langsung menghajar kedua pelaku hingga sekujur tubuhnya babak belur.

Diceritakan, aksi pencurian berawal pada Jumat (1/5) tengah malam. Dimana, dua orang berusaha membobol kios milik Sunarsam yang menjual burung dan perlengkapannya di Desa Yuwono, Kecamatan Kertosono.

Kedua pelaku masuk dengan cara melobangi tembok dengan linggis. Mendengar suara aneh, Sunarsam berusaha melihat asal suara.

Teryata dari sumber suara tersebut terdapat dua orang yang sedang berusaha melobangi tembok kios miliknya. Melihat hal itu, Sunarsam menegur kedua pelaku. Karena merasa kepergok, salah satu pelaku kemudian memukul korban dengan linggis sepanjang 40 cm.

Korban Sunarsam yang terluka di bagian kepalanya kemudian berteriak meminta tolong. Teriakan korban didengar warga yang kemudian mengejar dan mengeroyok kedua pelaku.

Kedua pencuri menjadi bulan-bulanan warga yang geram. Yudi mengalami luka robek pada muka, pipi kiri dan sebagian besar tubuhnya terluka. Meski dihajar massa hingga tubuhnya babak belur, pelaku masih terlihat sadar. Sedangkan Muazim mengalami robek di dahi sebelah kiri.

Beruntung petugas dari Polsek Kertosono yang tiba di TKP segera mengamankan kedua pelaku.

Selanjutnya keduanya dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk mendapatkan pertolongan dan dimasukkan di ruang sel khusus perawatan yang dijaga anggota Sabhara Polsek Kertosono. (dit/lan)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: