Para pekerja saat menggarap pembangunan Pasar Wates. Foto: Ist.
"Untuk atap los, rangka sudah dipasang semua, tinggal menunggu material atap. Targetnya Oktober akhir sudah dikerjakan," terang Tutik.
Menurutnya, monitoring dan evaluasi pengerjaan pembangunan terus dilakukan setiap pekan. Setiap pekerjaan dilakukan pengecekan kualitasnya. Begitu ada pekerjaan yang dinilai tidak sesuai perencanaan, pelaksana diminta untuk membongkar.
"Secara rutin monitoring dan evaluasi tetap dilakukan, kalau ada yang tidak sesuai langsung bisa diketahui," tuturnya.
Terkait revitalisasi Pasar Wates, para pedagang yang saat ini berjualan di tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) berharap hasilnya nanti lebih aman dan nyaman daripada pasar lama.
Paryudi, seorang pedagang pracangan mengungkapkan, kondisi pasar lama setiap musim penghujan kurang nyaman untuk dilewati pembeli karena sering becek akibat bocor.
"Melihat bangunan pasar sekarang yang lebih bagus, mudah-mudahan nantinya pembeli bisa lebih ramai," ucapnya.
Paryudi yang sebelumnya berdagang di los pasar meminta ke depan pedagang yang berjualan di luar pasar tetap bisa ditertibkan. Keberadaan pedagang yang berjualan di luar secara otomatis berdampak pada berkurangnya pembeli yang masuk ke dalam pasar.
"Kami cuma minta ditertibkan untuk pedagang yang ada di luar, kalau bisa nanti dimasukkan ke dalam," harap Paryudi. (diskominfo)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




