TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Pemkab Tulungagung baru saja memperingati hari lingkungan hidup kemarin. Namun, hal tersebut nampaknya hanyalah formalitas. Sebab, pencemaran lingkungan masih saja terjadi, seperti pencemaran limbah rumah tangga yang bercampur dengan tumpukan sampah plastik di sungai desa Gesikan dan Gempolan kecamatan Pakel. Akibatnya, selain bau tak sedap yang menggagu warga sekitar, saluran air di sungai tersebut juga mampet.
Farida (23), salah satu warga di desa Gesikan mengatakan bahwa bau di sungai tersebut setiap hari makin parah. Apalagi musim panas seperti ini, semakin banyak sampah yang menumpuk dari warga yang kurang peduli terhadap lingkungan yang sembarangan membuang sampah.
“Jika hujan mungkin sampah itu hanyut, tapi kalau kering seperti ini airnya tak mengalir baunya sangat mengganggu karena kotoran plastik bercampur macam-macam limbah rumah tangga menumpuk,” ungkapnya.
Ironisnya, proses normalisasi sungai desa di Gesikan dan Gempolan Pakel Tulungagung ini juga masih dalam tahap rancangan Pemkab.
Saat dimintai keterangan, Kepala Bidang (Kabid) pembangunan dan Sumberdaya Mineral (SDM) PU Pengairan dan ESDM Kabupaten Tulungagung Nur Khodig mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut.
"Awalnya itu kan proyek desa setempat dengan dana swadaya dan bantuan dari pabrik rokok di desa itu. Entah karena suatu hal tidak selesai dengan sempurna, akan tetapi Pemkab sudah mempersiapkan itu (normalisasi-red) dan saat ini sudah dalam proses dan dananya diambil dari PAK. Diperkirakan dana tersebut akan turun sekitar bulan September, jadi pengerjaannya akan terlaksana pada akir tahun," ungkapnya, Rabu (27/5).
Warga sekitar berharap hal ini ditindaklanjuti dengan cepat mengingat dampak dari sampah yang membusuk ini rawan menjadi sarang penyakit. (fer/rvl)




