
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Harga daging ayam dan sapi di jalur pantura, Tuban terus mengalami kenaikan. Tidak tanggung-tanggung kenaikan tersebut mencapai Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per kilogramnya.
Atas kenaikan tersebut banyak warga di sekitar jalur pantura yang mengeluh. Sebab, sudah sepekan ini harga daging ayam maupun sapi tak kunjung turun.
Seperti yang dialami Partini (45) pemilik warung sederhana di Kecamatan Tambakboyo, Tuban. Sudah sepekan ini dirinya mengeluhkan harga daging yang terus mengalami kenaikan tersebut. Kondisi tersebut membuatnya mengeluarkan kocek yang besar ketika membeli daging di pasar. Sedangkan, pendapatan dari hasil jualannya di warung dikatakannya tidak seimbang.
“Harga daging naik, sedangkan harga nasi se-piring dan lauknya daging tidak naik. Kalau dinaikkan khawatir pelanggan saya pada lari,” keluh perempuan parubaya tersebut ketika ditemui BANGSAONLINE.com di warungnya, Rabu (3/6).
Menurutnya, kenaikan harga daging ayam kampung di pasaran yang kini sudah menembus Rp 60.000 per kilogramnya dinilainya tidak wajar. Sebab, sebelumnya harganya hanya Rp 45.000,-. Sedangkan untuk ayam potong harganya juga ikut naik dimana yang sebelumnya berkisar Rp 27.000 per kilogram, kini menjadi Rp 32.000 pe rkilogram.
Tidak hanya daging ayam yang harganya meroket, Partini juga mengungkapkan jika daging sapi juga ikut naik dari yang sebelumnya hanya berkisar Rp 90.000 per kilogram, sekarang menjadi Rp 95.000 per kilogram untuk daging murni.
“Sudah seminggu ini terus mengalami kenaikan, tidak tahu kapan harga daging ini berangsur turun. Semoga saja cepat turun,” harapnya.
Partini berharap, Dinas Perekonomian Tuban segera memberikan solusi agar harga daging di Pasaran khususnya di wilayah Pantura kembali normal. Sehingga, para pemilik warung dan ibu rumah tangga yang memiliki hajat dengan mengkonsumsi daging tidak keberatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban, Farid Ahmadi, ketika dikonfirmasi terkait naiknya harga daging diwilayah pantura tidak memberikan jawaban saat dihubungi melalui ponselnya. (wan/rvl)



