"Terus ditingkatkan, digelorakan untuk mencapai inovasi varian baru. Terlebih potensi ikan di Lamongan yang tinggi ini perlu pula dibarengi dengan konsumsi ikan yang tinggi pula, yang ini tentu berdampak pada penurunan angka stunting Lamongan," ujarnya.
Lomba terbuka untuk umum ini diikuti kurang lebih 50 peserta, sebagian besar adalah ibu-ibu. Terkecuali Shokib asal Plumpang Sukodadi dan Budiharto dari Kecamatan Sambeng. Mereka mengaku memperoleh informasi dari media sosial juga dari grup WhatsApp.
“Tahu informasi lomba ini dari media sosial. Otak-otak yang saya buat namanya Otak-otak Jeliteng, ini tidak menggunakan kelapa tapi menggunakan bumbu rawon atau kluwek. Harapannya nanti bisa menjadi juara,” ungkap Shokib.
Selain itu, Budiharto yang merupakan pekerja di Kota Malang ini mengaku bahwa dirinya sampai mengupayakan pulang-pergi dari Malang ke Lamongan saat pelaksanaan technical meeting, juga pelaksanaan lomba.










