Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menandatangani komitmen percepatan penurunan stunting. Foto: Ist.
"Setelah kita dalami, ini dari perilaku atau lifestyle yang kurang sehat. Jadi perilaku ini sangat mempengaruhi. Saya berharap program di PKK dan Prodamas bisa mengubah perilaku hidup sehatnya masyarakat di setiap kelurahan," jelasnya.
Untuk itu, Mas Abu, sapaan Wali Kota Kediri, meminta program penurunan stunting yang sustain. Sebab, angka stunting tidak bisa diturunkan secara instan. Melainkan membutuhakan proses panjang.
"Saya ingatkan saat rembuk warga, tolong PMT ini tidak diisi dengan biskuit ataupun wafer. Berikan makanan bergizi bagi anak-anak Kota Kediri. Masyarakat juga terus diberikan pemahaman mengenai gizi yang harus diberikan kepada anak," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, menyebut program penyelesaian stunting di Kota Kediri saat ini sudah lebih terarah dan tertata melibatkan seluruh OPD dan juga UNICEF. Program itu di antaranya pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita melalui Prodamas.
"Mohon dengan sangat kepada seluruh tim kita bisa berikan action yang tepat dan jelas. Jangan sampai kita salah memberikan treatment. Saya titip pesan Prodamas diwujudkan dalam program orientasi PMBA," ungkapnya.
Rembuk stunting ini menghadirkan dua narasumber. Yakni, Tim Ahli Local Governance Capacity Building for Acceleration of Stunting Reduction regional 3 Surabaya Yudhi Anggoro dan Nutrition Officer UNICEF Karina Widowati.
Turut hadir, kepala OPD terkait, lurah sasaran prioritas stunting, perwakilan camat, komunitas, dan organisasi kemasyarakatan pendukung percepatan penurunan stunting Kota Kediri. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




