Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut berharap gerakan itu menjadi ikhtiar bersama untuk menurunkan angka stunting melalui program desa bebas stunting di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Madiun.
Sebagai ibu asuh, Khofifah meminta warga Muslimat NU yang memiliki kelebihan rezeki untuk bersedekah satu butir telur setiap hari. Telur tersebut kemudian diberikan kepada anak-anak yang terindikasi stunting sesuai dengan data di setiap desa.
Ia yakin gerakan yang dilakukan Muslimat ini mampu memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan angka stunting yang akhirnya terwujud desa bebas stunting. Mengingat, Muslimat merupakan organisasi perempuan terbesar di Indonesia.
"Ini akan jadi bagian dari penguatan gerakan nasional dalam penurunan stunting. Di mana Pak Presiden menarget 2024 stunting di Indonesia bisa ditekan hingga 14%," katanya.










