Program Deradikalisasi Sukses, Dua Napiter di Lapas I Madun Nyatakan Setia NKRI

Program Deradikalisasi Sukses, Dua Napiter di Lapas I Madun Nyatakan Setia NKRI Salah satu napiter mencium bendera merah putih sebagai bentuk setia kepada NKRI.

Ia memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajarannya, beserta instansi BNPT, Polri-TNI dan Pemerintah Daerah Madiun, yang telah bersinergi dalam pelaksanaan program deradikalisasi di Lapas Kelas I Madiun.

Ia menjelaskan, ikrar setia NKRI bukan akhir dari proses deradikalisasi. Namun, masih ada perjalanan panjang untuk menghasilkan kontra narasi dari kelompok teroris yang masih aktif.

"Masih ada program pembinaan lanjutan untuk memastikan narapidana teroris benar-benar telah menunjukkan perubahan perilaku," terangnya.

Kadek Anton mengatakan, selama ini pihaknya memberikan pembinaan khusus kepada napiter. Kolaborasi juga dijalin dengan stakeholder terkait. Sehingga, pembinaan dapat lebih maksimal.

"Alhamdulillah, dalam membina napiter perjalanannya relatif lancar dan keduanya juga kooperatif," ujarnya.

Pria asal Bali tersebut mengakui, dukungan rekan sejawat mantan napiter yang sudah bebas, juga mempengaruhi dan semakin memantapkan keyakinan kedua napiter. Sehingga, bisa membantu pihaknya melakukan pembinaan secara optimal.

"Ini jadi salah satu bentuk kolaborasi kami dengan pihak eksternal untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi," terangnya.

Baik Syahrullah maupun Fahrurrozi mengaku, sudah mantap menyatakan ikrar setia kepada NKRI.

Menurut Syahrullah, proses pembinaan narapidana terorisme atau program deradikalisasi di tidak semata-mata menjadikan narapidana objek pembinaan. Tetapi juga sebagai subjek yang dilibatkan dalam kegiatan pembinaan itu sendiri.

"Kami berterimakasih kepada wali narapidana teroris dan Kalapas Madiun, karena kami tidak melulu dicekoki oleh pembinaan tetapi diikutsertakan untuk merancang pembinaan menjadi lebih efektif," tutur Syahrullah.

Sedangkan Fahrurrozi berpesan, untuk orang-orang yang masih berideologi keras agar memperbanyak literasi dan memperluas wawasan.

"Selama di lapas, cara pandang kami dibuka dan diarahkan agar tidak terjebak dengan ideologi tertentu, sehingga kami lebih terbuka dan dapat menerima perbedaan yang ada," tuturnya.

Saat ini, di terdapat enam napiter. Dari 6 napiter tersebut, tiga diantaranya sudah menyatakan ikrar kepada NKRI. (cat/sis)

Sumber: Humas Kemenkumham Jatim

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sempat Kabur Bawa Mobil Dinas dan Tabrak Pagar Rudenim, WNA Palestina Diamankan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO