BONDOWOSO, BANGSAONLINE.com - Pemkab Bondowoso setidaknya menyiapkan dana siap pakai sejumlah Rp 600 juta untuk bencana Gunung Raung. Hal itu dipaparkan langsung oleh kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kukuh Triyatmoko usai rapat kontijensi bencana Gunung Raung bersama Muspida dan jajaran SKPD di Gedung Sababina
Kukuh menjelaskan Pemkab Bondowoso sendiri setiap tahun selalu menganggarkan dana siap pakai untuk bencana, kejadian luar biasa atau wabah yang menyerang masyarakat Bondowoso. Untuk tahun ini dana yang disediakan sejumlah Rp 1 Milyar.
“Namun dari nominal tersebut, saat ini tinggal kurang lebih 600 juta. Karena sebelumnya dana siap pakai ini, digunakan untuk berbagai bencana di Bondowoso salah satunya bencana banjir Bandang yang terjadi awal tahun 2015. “Dari dana Rp 1 Milyar ini sudah dipakai sekitar Rp 450 juta. Jadi sisanya sekarang tinggal kurang lebih Rp 600 juta,” ujarnya.
Lanjut Kukuh, untuk besaran satu milyar dana siap pakai tersebut setiap daerah mempunyai kebijakan berbeda-beda tergantung potensi bencana atau kejadian luar biasa apa. Bagi Kukuh, sisa Rp 600 juta itu antara cukup dan tidak cukup. Namun ia menegaskan yang terpenting kerja terlebih dahulu. "Semisal ini kurang, bisa jadi akan ditambah pada pengajuan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) nanti," ujarnya.
Sementara berapa angaran dana yang dibutuhkan untuk rencana kontijensi, kata dia, masih belum ditentukan. Namun dari rapat tersebut, sudah ada penentuan siapa penanggung jawab masing-masing, sarana dan prasarana yang digunakan serta berapa jumlah armada transportasi yang dibutuhkan untuk evakuasi warga terdampak. “Sekarang kita bisa menentukan mau berbuat apa dan intinya masyarkat bisa tahu titik kumpulnya dimana,” katanya
Lanjut dia, bencana erupsi Gunung Raung diperkirakan tidak akan mengancam kerusakan fasilitas umum atau prasarana serta aset yang berada di wilayah kawasan rawan bahaya. Namun, erupsi tersebut akan berdampak pada sisi perekonomian terutama pada sektor pertanian. Paling luas area pertanian yang terdampak adalah tanaman kopi di dua dusun. Yakni Dusun Totol 200 Hektar dan Dusun Legan juga 200 hektar. (gik/rvl)




