SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Empat gadis yang masih berstatus pelajar SMPN 49 dicabuli oleh guru seni musiknya sendiri.
Adalah Setiawan Joko Purwanto (42) warga Jl. Siwalankerto Tengah Gg Pisang No 4, guru seni musik yang juga Ketua Yayasan Dewati Darma Insani di TK Kasih Ibu yang berada di Jl Siwalankerto Timur Gg II No 29 Rt 3 Rw 5 yang menjadi tersangka aksi pencabulan tersebut.
Seperti diketahui, TK Kasih Ibu memang menyediakan bimbingan belajar untuk para korban pencabulan. Keempat korban masing-masing AL-AL (14) pelajar SMPN 49 dugaan sementara putri dari pegawai Kejaksaan Negri, JS-LA (14) pelajar SMPN 49 warga Surabaya, VC MR (14) juga pelajar SMPN 49 dan AU-AP (14) juga pelajar SMPN 49 putri dari bapak Subur warga Jl. Siwalankerto Timur Gg Kampung Baru.
Aksi pencabulan yang dilakukan sejak bulan Desember 2014 tahun lalu itu akhirnya berhasil diungkap oleh Unit PPA Polrestabes Surabaya. Terungkapnya perbuatan bejat tersebut diketahui setelah salah satu orang tua siswa mendapati video rekaman pencabulan yang dilakukan. Setelah melihat tayangan video tersebut, keempat orang tua korban sepakat bersama melaporkan ke Mapolrestabes Surabaya.
"Jadi kasus ini sudah lama, dan terbongkarnya diketahui waktu para korban (murid) bercerita ke sesama temannya yang mendapat perlakuan tidak senonoh. Dari sini orang tua langsung melapor sampai akhirnya mengamankan pelakunya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Matanette, Minggu (5/7).
Penangkapan tersangka oleh unit PPA Polrestabes Surabaya dilakukan pada Sabtu (4/7) kemarin. Untuk lebih mematangkan aksi tersangka, maka pihak Polrestabes Surabaya melakukan rekontruksi pencabulan di tempat kejadian pada Minggu (5/7) siang.
Untuk bisa melakukan aksi asusila tersebut, dia melontarkan rayuan akan memberikan kemampuan untuk anak didiknya agar bisa lebih pintar. "Karena akan diberikan kemampuan, maka para korban mau dan jika menolak tersangka mengancam tak akan menaikan kelas," terangnya.
Merasa terancam tak bisa naik kelas, korban terpaksa menuruti semua perintah dari tersangka, mulai dari membuka baju hingga telanjang. Setelah telanjang, tersangka memeras payudara korban.
Dari beberapa informasi yang didapatkan, salah satu tetangga tersangka sebut saja Ibu Dewi memberikan keterangan, bahwa salah satu korban adalah putri dari pegawai Kejaksaan Negri Surabaya.
Dewi mengatakan, nenek dari salah satu korban menceritakan bahwa cucunya adalah korban yang dicabuli hingga disetubuhi oleh tersangka. Nenek salah satu korban tersebut mengetahui dari rekaman yang dimiliki teman cucunya yang juga korban pencabulan.
Tersangka memilih tempat berbuat mesum di TK miliknya karena tempat tersebut bebas tanpa ada pengawasan. "Korban ini sengaja diajak latihan di luar sekolah, yaitu di sekolah TK milik tersangka, di Jalan Siwalankerto ini," ujar AKBP Takdir Mattanete. (yan/sta/lan)




