PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Selama bulan suci Ramadan, bukit Brukoh di desa Bajang, Kecamatan Pakong kabupaten Pamekasan berubah jadi bukit mesum. Buktinya, setiap hari dirazia, setiap hari pula mendapatkan muda-mudi yang tengah bermesum ria. Bukit Brukoh yang juga disebut bukit pemancar ini rencananya bakal ditutup untuk umum usai Lebaran nanti.
Polsek Pakong, Pamekasan, ketika menggelar razia Senin (06/07) sekitar pukul 11.00 WIB, kembali mendapatkan pasangan mesum. Mereka tertangkap tangan berbuat hal tak senonoh di siang hari pada bulan Ramadan. Mereka nekat bergumul ria di semak-semak belukar.
“Mereka mengaku sebagai pasangan selingkuh, yang sudah lama tidak satu ranjang dengan suami istri mereka yang sah. Mereka langsung kita gelandang ke Mapolsek Pakong. Kita setiap hari malakukan razia selama di bulan Ramadan ini di bukit pemancar,” ujar Kapolsek Pakong, Iptu Juniari Tirto Atmojo pada BANGSAONLINE.com.
Menurut Tirto, pasangan mesum yang diamankan itu, berinisial H dan K. Keduanya merupakan warga kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Menurut pengakuan H, dirinya sudah lama ditinggalkan suaminya pergi merantau menjadi TKI ke Malaysia. Sedangkan pengakuan K, bila dirinya sudah lama pisah ranjang dengan istri sahnya.
Guna membuktikan kebenarannya, polisi langsung memanggil masing-masing keluarga mereka. Bahkan, juga mengumpulkan forum pimpinan kecamatan (forpimka) setempat. Pemanggilan terhadap Forpimka untuk memastikan bila keduanya tidak akan melakukan perbuatan yang dilarang agama lagi.
“Mereka sudah menodai bulan puasa, makanya penyakit masyarakat (pekat) seperti itu harus diberi sanksi tegas agar ada efek jera. Dan semoga kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi yang lainnya,” ungkap dia. Pada razia hari sebelumnya, polisi juga mengamankan tiga pasangan mesum di lokasi yang sama Minggu (05/07) lalu.
Sebenarnya, bukit Pemancar yang terletak di Dusun Brukoh menyuguhkan pemandangan yang indah saat pagi maupun sore. Dari atas tampak pemandangan yang dapat membuat sejuk sepanjang mata memadang. Keindahan bukit yang dijadikan tempat pemancar TVRI ini menjadikan muda-mudi terus berdatangan setiap harinya.
Penuturan yang miris disampaikan Sugiyanto, karyawan penjaga stasiun TVRI di bukit Brukoh kepda Dandim 0826 Pamekasan Letkol Arm Mawardi saat berkunjung ke Bukit Brukoh beberapa waktu lalu. Sugiyanto menuturkan, sikap penduduk setempat memang cuek meskipun mengetahui pasangan muda-mudi itu berbuat mesum di kawasan itu. Warga yang kebanyakan pencari rumput itu sama sekali tidak terusik ketika melihat aksi tak senonoh para muda-mudi itu. Lebih-lebih jika mereka diberi uang tutup mulut langsung ngeloyor pergi.
“Dikasih uang Rp10.000 atau minuman botol mereka akan pergi dan membiarkan pasangan itu melakukan perbuatan asusila di bukit Brukoh,” tutur Sugiyanto. (zal/ns)




