"Yang menarik Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di kendaraan listrik ini rata-rata 50 persen. Karena ada beberapa produk yang masih impor seperti velg misalnya," ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa semua kendaraan listrik karya siswa SMK di Jatim ini sangat layak untuk diapresiasi. Yang mana hal ini merupakan wujud paritisipasi generasi muda Jatim mengambil peran untuk turut mengurangi polusi udara dan medukung terwujudnya Net Zero Emissions (NZE) tahun 2060 mendatang.
"Menurut saya ini menjadi pendorong semangat bagaimana menuju Net Zero Emission 2060. Bagaimana kita mengkonversi energi dari fosil ke non fosil. Dan itu dimulai dari anak-anak SMK, saya rasa ini keren sekali," kata gubernur yang juga sempat menjajal langsung salah satu kendaraan listrik karya siswa SMK tersebut.










