
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur siap membeli listrik hasil dari olahan sampah yang dilakukan PT Sumber Organik. Hal ini diwujudkan dengan nota kesepahaman bersama antara General Manager PT PLN Distribusi Jatim Yudi Winardi Wijaya dengan Direktur PT Sumber Organik Agus Nugroho Santoso yang juga pengelola TPA Benowo, kemarin (8/7/2015).
“PT Sumber Organik sebagai rekanan dari Pemkot Surabaya yang nantinya membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) di Surabaya karena kian banyaknya tumpukan sampah di kota Pahlawan ini,” ujar Plt Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, Pinto Raharjo.
MoU ini dilatarbelakangi upaya wali kota Surabaya Tri Rismaharini yang ingin permasalahan sampah di Surabaya dapat segera dituntaskan, salah satu caranya adalah membakar sampah ini dan menghasilkan listrik.
Pinto
menjelaskan, untuk tahap awal, TPA Romokalisari Benowo dipilih menjadi pilot
project PLTS tersebut di Surabaya. Sesuai penandatanganan nota kesepahaman itu,
besaran daya yang disepakati dari PLTS tersebut mencapai 9,96 MegaWatt (MW).
Pada pembangunan tahap pertama maka daya
yang dihasilkan baru mencapai 1,65 MW. Kemudian, tahap selanjutnya sebesar 8,31
MW. Sedangkan jangka waktu kerja sama antara kami dan PT Sumber Organik
berlaku selama satu tahun.
Ditambahkan Pinto, setelah listrik itu dihasilkan dari PLTS Romokalisari selanjutnya oleh PLN Distibusi Jatim maka akan disalurkan ke Gardu Induk terdekat. Salah satunya di Gardu Induk yang dekat dengan TPA a dalah Tandes, Surabaya.
“Kami optimistis, PLTS itu dapat terwujud sesuai rencana. Apalagi, kami mempunyai komitmen melakukan bisnis dengan berwawasan lingkungan," imbuh Pinto.
Disinggung harga jual listrik tersebut nantinya, Pinto memprediksikan di bawah harga jual listrik yang ditentukan PLN ke konsumen yakni Rp1.352 per KwH. Walau demikian, untuk harga jual di PLTS itu diperkirakan senilai Rp1.300 per KwH. "Harga jual tersebut belum angka sebenarnya, karena kami masih perlu menghitung ulang walaupun secara bisnis harga jual itu tidak memberikan keuntungan besar bagi PLN," pungkasnya.



