JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pandangan Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid begitu mendalam tiap kali menyaksikan ratusan foto mendiang Gus Dur yang dipajang dalam galeri pamer bertajuk Gus Dur di Taman Bacaan Masyarakat, Jalan KH Agus Salim no 9 Jombang, siang tadi (1/8). Beberapa kali komentar meluncur dari mulut Ibu Negara Presiden RI ke-4 saat mengetahui warna-warni ekpresi wajah suaminya itu.
"Ini foto Gus Dur sama Megawati itu ya," celetuk Shinta yang ditemani Inayah, salah satu putri Gus Dur.
Mimik Gus Dur dalam foto memang terlihat lucu ketika ia memperlihatkan uang pecahan Rp 5.000 kepada Megawati pemberian seorang santri yang berebut menyalami. Foto yang diberi judul Salam Tempel ini terlihat begitu menggelitik.
Sebanyak 100 lebih foto Gus Dur dipajang dalam pameran dalam rangka Muktamar ke-33 NU ini. Foto-foto ini merupakan karya para fotografer Istana seperti Agus Wahyudi (Jawa Pos), Dodok HW (Surya), Mukhtar Zakaria (AP), Mas Agus Mulyawan (Media Indonesia), Dadang Tri Mulyo (Bloomberg), Krisnadi (AP), dan Iwan Hananto (Surabaya Post).
Dalam sambutannya, Shinta Nuriyah mengingatkan asa Gus Dur kepada generasi muda. "Kunjungan Gus Dur ke Mahathir Muhammad atau Yasser Arafat itu biasa karena sama-sama Islamnya. Tapi kedatangannya ke Vatican ke Paus Yohanes itu sangat luar biasa," cetusnya.
Pluralisme yang diteladankan Gus Dur inilah, lanjutnya, jadikan aspirasi generasi muda, dan siapapun pemimpin bangsa ini. Kesempatan ini pula dijadikan mantan Ibu Negara yang masih terlihat muda mewejang pengurus NU yang tengah bermuktamar. "Yang dipikirkan tokoh NU terpilih janganlah kelompoknya, melainkan umatnya jangan sampai terpecah belah. NU harus bersatu," pungkasnya.
Noe vakolis Band Letto yang turut menyampaikan kesannya atas sosok Gus Dur mengaku mengagumi pada figur luar biasa ini.
"Beliau adalah tokoh dan bapak bangsa yang menjadi inspirasi siapapun yang cinta pada Negeri ini," ujarnya.
Yang istimewa, karya foto Gus Dur ini belum pernah dipulikasikan.
“Teman-teman wartawan ini ingin menghadirkan sosok Gus Dur di tengah-tengah warga nahdliyin,” kata Yusron Aminullah, koordinator acara.
Pameran dibuat dalam momentum muktamar yakni sejak tanggal 1 hingga 5 Agustus di Jombang. (yep/rvl)




