Rahasia Sukses Khofifah Bangun Jawa Timur Selama 5 Tahun: Ikhtiar Dhohir Maupun Batin

Rahasia Sukses Khofifah Bangun Jawa Timur Selama 5 Tahun: Ikhtiar Dhohir Maupun Batin Khofifah Indar Parawansa.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyambung silaturahmi dan buka puasa dalam safari Spirit of Ramadhan bersama pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Pusat, Jakarta, Nyai Hj. Nur Jazilah Nur Muhammad Iskandar, Kamis (29/3/2024).

Di depan pengasuh dan ribuan santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Khofifah menekankan pentingnya kerja keras, ulet, dan tekun, yang diiringi munajat dan doa kepada Allah Swt untuk mencapai pembangunan, karir, dan cita-cita dalam menyambut Indonesia Emas 2045.

Hal itu dikatakan Khofifah penting agar mendapatkan ridho Allah atas upaya yang teldah dilakukan, sekaligus berharap agar hasil yang kita capai nanti penuh berkah dan manfaat.

Gubernur Jatim periode 2019-2024 itu pun kemudian memberikan contoh pengalamannya selama lima tahun memimpin Jawa Timur. Dalam menjalankan pemerintahannya, ia secara khusus mengajak seluruh jajaran untuk memberseiringi upaya pembangunan yang dilakukan dengan ikhtiar dhohir maupun batin.

"Seperti misalnya setiap akan dimulai kegiatan di lingkungan , selalu diawali dengan sholawat dan juga santunan yatim," kata Khofifah.

"Alhamdulillah, sekarang Provinsi Jatim menjadi provinsi terdepan di antara provinsi-provinsi yang lain di Indonesia," imbuhnya.

Seperti dua hari yang lalu baru saja diumumkan, bahwa Jatim kembali menjadi provinsi terbanyak siswa SMA/SMK yang diterima PTN melalui jalur pretasi atau tanpa tes. Prestasi ini bahkan dicapai sejak tahun 2020 hingga 2024.

Tidak hanya itu, prestasi membanggakan juga dapat dilihat dari sektor pertanian. Sejak dilantik tahun 2019 sebagai Gubernur Jatim, sektor pertanian Jatim juga terus tumbuh signfikan.

Bahkan di tahun 2020 untuk pertama kalinya Jatim berhasil menjadi provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia. Capaian itu juga berhasil dipertahankan hingga tahun 2021, 2022, dan 2023, di mana Jatim tetap menjadi provinsi penghasil padi terbanyak nasional.

"Pun begitu saat bulan Oktober yang lalu Presiden Jokowi mengingatkan bahwa target industri manufaktur Indonesia di tahun 2024 adalah 30 persen. Sedangkan Jatim pada Mei 2024 ini industri manufakturnya sudah akan mencapai 35 persen. Ini adalah capaian yang Alhamdulillah bisa dicapai Jawa Timur," tandasnya.

Untuk itu, Khofifah memberikan wejangan pada santri putra maupun santri putri yang hadir di forum tersebut. Bahwa kelak mereka merekalah yang akan menjadi pemimpin bangsa, khususnya saat Indonesia Emas 2045.

Maka apa yang diajarkan ketika nyantri ia harapkan bisa tetap diimplementasikan nanti ketika berkarir dan bekerja di manapun dan di posisi apa pun.

"Sekarang tidak hanya santri putra saja yang berpotensi menjadi pemimpin dan tokoh bangsa. Tapi santri perempuan juga punya peluang yang sama untuk mencapai cita-cita tersebut," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penyerahan piagam dari PP Muslimat NU untuk 1.500 santri putra dan putri atas kontribusinya sebagai relawan yang membantu kegiatan di GBK kembali bersih saat acara Harlah ke-101 NU dan Harlah ke-78 Muslimat NU pada 20 Januari 2024 yang lalu.

Selain itu, Khofifah bersama para pengasuh, santri, dan seluruh jemaah yang hadir juga membacakan tahlil untuk alm pendiri dan pengasuh Ponpes Asshidiqiyyah KH. Noer Muhammad Iskandar SQ yang telah wafat.

Turut hadir mendampingi Khofifah yaitu Sekum Muslimat NU Hj. Ulfah Masfufah, Jajaran Ketua PPMNU Nyai Hj. Nurhayati Said Aqil Siradj dan Nyai Hj. Siti Aniroh Slamet Effendi Yusuf, beserta para pengurus PPMNU. (dev/rev)

Lihat juga video 'Emak-emak di Surabaya Kecewa Tak Bisa Foto Bareng Jokowi':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO