Hasilnya, lanjutnya, 42 orang tersebut, dinyatakan negatif dari narkoba.
"Satu orang tidak dites urine karena usai mengonsumsi obat pilek. Kami tidak bisa melakukan tes urine karena akan berpengaruh pada hasilnya," terangnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (4/4/2024).
BACA JUGA:Kirab Budaya Mojo Bangkit Diikuti 1.080 Peserta, Ning Ita Sukses Hidupkan Kembali Kejayaan Majapahit
Menurutnya, tes urine yang dilakukan kepada awak bus, guna menjamin keselamatan masyarakat yang mudik menggunakan bus. Sebab, sopir bus yang mengkonsumsi narkoba berisiko tinggi memicu kecelakaan lalu lintas.
"Saat orang konsumsi narkoba, otomatis kesadaran menurun sehingga membahayakan penumpang maupun pengendara lainnya," jelasnya.










