Ilustrasi. Foto: Ist
BANGSAONLINE.com - Di tengah musim kemarau yang biasanya identik dengan cuaca panas terik, beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Timur, sedang mengalami bediding" rel="tag">fenomena bediding.
Dalam bahasa Jawa, Bediding adalah istilah untuk menyebut perubahan suhu yang mencolok, khususnya di awal musim kemarau. Suhu udara menjadi sangat dingin menjelang malam hingga pagi, sementara di siang hari suhu melonjak hingga panas menyengat.
BACA JUGA:
- Prakiraan Cuaca Lumajang Hari ini Minggu, 10 Mei 2026: Suhu 22-28°C, Kecepatan Angin 12.5 m/s.
- Cuaca Pamekasan Hari ini Minggu, 10 Mei 2026: Diperkirakan Cerah Berawan dengan Suhu 25-32°C
- Prakiraan Cuaca Kota Mojokerto Hari ini Minggu, 10 Mei 2026: Suhu 24-33°C, Kecepatan Angin 6.4 m/s.
- Prakiraan Cuaca Sumenep Hari ini Sabtu, 9 Mei 2026: Suhu 26-31°C, Kecepatan Angin 15.8 m/s.
Berdasarkan informasi yang disebutkan BMKG, fenomena suhu udara dingin sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau (Juli-September).
Kejadian itu menghadirkan suhu dingin yang tidak biasa, bahkan terasa lebih dingin dibandingkan saat musim hujan. Fenomena ini biasanya dipicu beberapa faktor, berikut pemicunya:
- Posisi Matahari: Pada periode tersebut, posisi matahari berada di titik terjauh di sebelah utara garis khatulistiwa. Hal ini menyebabkan belahan bumi selatan, termasuk Indonesia, menerima paparan sinar matahari yang lebih sedikit, sehingga suhu menjadi lebih dingin.
- Angin Muson Australia: Angin muson Australia yang kering dan dingin bertiup ke wilayah Indonesia, membawa massa udara dingin yang menurunkan suhu.






