"Jejak digital bisa dicek langsung. Semua itu terbuka dan apa adanya," ungkapnya.
Ia mengatakan, dana yang dikelola murni berasal dari donasi anggota Pramuka seluruh indonesia. Total dana yang dikelola oleh Pramuka Peduli Kwarcab Lumajang mencapai Rp1,8 miliar dan sudah dilaporkan.
Syaiful membantah jika huntara yang dibangun sebanyak 19 unit huntara. Ia menegaskan, pihaknya akan membangun 50 unit huntara. Namun yang terealisasi, baru 49 unit huntara.
Menurutnya, satu unit huntara tidak dibangun karena sejumlah pertimbangan. "Sisanya karena terkendala medan yang masih curam saat itu. Pembangunan dilakukan 3 tahap," jelasnya.










