
BOJONEGORO (bangsaonline) - Jalur rel kereta api ganda (double track) di Bojonegoro yang kabarnya akan dioperasikan mulai tanggal 17 April besok mulai dipikirkan dampaknya oleh pemkab setempat. Pasalnya, kereta api akan sering melintas dan ancaman kecelakaan di perlintasan rel juga diprediksi meningkat.
Saat ini pemerintah Bojonegoro berencana membangun fly over (jalan layang) atau underpass (jalur bawah tanah) untuk setiap perlintasan rel KA. Salah satu jalur perlintasan yang akan diajukan akan dibangun fly over adalah di perlintasan KA Proliman Kecamatan Kapas Bojonegoro.
"Karena di lokasi tersebut jarak pandangnya sangat terbatas, selain itu juga ramai sekali di perlintasan itu,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Iskandar, Selasa (15/4/2014).
Namun pemkab masih harus mempertimbangkan rencana pembangunan tersebut. Sebab, untuk satu fly over saja diperkirakan akan menelan anggaran senilai Rp1 triliun. Sementara untuk pembangunan underpass ditaksir lebih murah.
"Melihat kondisi Bojonegoro yang sering terjadi banjir. Sehingga kemungkinan kecil untuk membangun underpass yang anggarannya lebih murah,” ujar mantan Kepala Disnakertransos ini.
Untuk pembangunan fly over inipun tidak dilakukan di semua palang pintu yang ada. Kemungkinan hanya akan ada lima fly over yang diusahakan untuk dibangun. Solusi lain, katanya, yakni memindah pusat kota (kantor pemkab dan lainnya) ke daerah selatan. Sebab, dengan begitu wilayah Bojonegoro akan terpisah menjadi dua yaitu wilayah selatan dan utara.



