Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat saat menghadiri acara Muslimat di Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Foto: Devi Fitri Afriyanti/BANGSAONLINE
Pada kesempatan itu Khofifah juga menegaskan, dirinya adalah orang pertama yang diminta pertimbangan terkait rencana penetapan Hari Santri oleh Jokowi sebelum dilantik menjadi presiden.
"Karena saya termasuk yang ditugasi proses diawal hari santri dan ketika ada undang-undang pesantren Jawa Timur provinsi pertama yang membreakdown dalam perda persantren. Jawa Timur yang pertama yang membreakdown dalam pergub pesantren. jadi InsyaAllah ekosistemnya sudah terbangun sangat baik di Jawa Timur," terang Khofifah.
Upaya memajukan sumber daya manusia khususnya santri, sudah dilakukan dengan memberikan beasiswa baik S1, S2 hingga S3. Jumlah santri penerima beasiswa juga terus bertambah, termasuk guru madrasah diniyah.
Program beasiswa untuk santri sebenarnya sudah dilakukan sejak Gubernur Soekarwo, namun saat itu hanya untuk S1. Semenjak Khofifah menjadi gubernur, program beasiswa ditambah untuk S2 dan S3 termasuk guru madrasah diniyah.
"Insyaallah perannya (santri) akan lebih besar, lebih kuat lagi, dan lebih membumi lagi," kata Khofifah. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




