Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rachmadi.
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Rapat dengar pendapat antara DPRD Trenggalek dan masyarakat peduli lingkungan digelar pada Senin (25/11/2024).
Salah satu perwakilan masyarakat peduli lingkungan, Bambang Puji, menyampaikan bahwa persoalan lingkungan yang disoal ialah dampak pembangunan Bendungan Bagong.
BACA JUGA:
- DPRD Trenggalek Siap Teruskan Aspirasi 4 Tuntutan Guru PAUD Nonformal
- RDP Komisi IV DPRD Trenggalek Tampung Aspirasi PPG Prajabatan soal Prioritas Calon Tenaga Guru
- Ratusan Anggota Koperasi Madani Datangi DPRD Trenggalek, Tuntut Audit dan Pengembalian Dana
- DPRD Trenggalek Soroti Kisruh Tambang PT Djawani di Ngentrong: Diduga Ada Komitmen Tak Dipenuhi
Adapun dampak tersebut, kata Bambang, adalah limbah material berupa batuan yang dibuang di aliran sungai oleh pihak pelaksana proyek, sehingga terjadi pendangkalan.
“Akibatnya ketika hujan maka air meluap di permukiman warga,” ucapnya.
Ia menambahkan, pendangkalan sungai juga terjadi di Dusun Temon, Desa Ngares. Pihaknya meminta para pemangku kebijakan segera menanggulangi persoalan ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rachmadi, menyebut pihaknya merekomendasikan pada pelaksana proyek terlebih dulu menyelesaikan disposal yang di hulu agar tidak terbawa air ketika hujan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




