Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'ie.
Di tengah-tengah bertugas sebagai wakil rakyat, dia sering menyaksikan teman muslimnya yang aktif masuk masjid. Di samping shalat berjamaah, dia rajin i’tikaf di dalamnya. Hasil pengamatannya, teman muslim itu hidupnya sangat damai, pikirannya cemerlang, santun, disiplin, bijak, dan manusiawi.
Terheran-heran lagi ketika memperhatikan umat islam yang sedang mendengarkan suara adzan berkumandang. Sesibuk apapun, semua diam sejenak dan merespons dengan kalimat khusus, hingga adzan selesai. Dan, itu berulang lima kali dalam dua puluh empat jam. Hal demikian, sama sekali tidak dia jumpai di agamanya, nasrani.
Akhirnya, Arnoud Van Doorn, sang legislator tersebut memeluk islam dengan kesadarannya sendiri. Dulu, dia terpilih menjadi anggota legislatif gara-gara merendahkan masjid, kini semua gajinya di-amal-jariahkan untuk masjid.
Hukum tip-ex mengatakan, coretan lama telah ditindas oleh goresan baru. Semua dosa lama sungguh hangus oleh keislaman.
Lihat kondisi Inggris sekarang, utamanya di London. Banyak warga Inggris yang meninggalkan keyakinan lamanya dan memeluk agama islam. Utamanya dari kaum wanita. Mereka tidak menemukan konsep teologi, konsep ketuhanan yang logik dan meyakinkan. Justru malah paradok, berbelit-belit dan mbulet.
Lebih dari lima ratus gereja hari ini kosong dan ditinggalkan pemujanya. Beberapa sudah terjual dan sekitar 350 sudah beralih fungsi menjadi masjid. Ini membuat seorang legislator dan aktivis wanita marah-marah secara terbuka dan lagi-lagi, menyalahkan umat islam.
Hingga pada suatu ketika dia menemukan dialog terbuka bersama seorang ilmuwan muslim di suatu siaran televisi.
Setelah mengungkapkan unek-uneknya panjang lebar, ilmuwan muslim itu bertanya: "Kenapa anda menyalahkan kami memanfaatkan dan mengambil alih gereja-gereja itu? Kenapa anda tidak bertanya kepada mereka? <engapa mereka beramai-ramai meninggalkan gerjea?".
"Justru kami, para umat islam menyelamatkan dan membimbing mereka ke kehidupan lebih baik, lebih bermakna dan lebih berguna. Kenapa anda lebih memilih sek bebas, LGBT, daripada menikah? Kenapa anda lebih suka berhura-hura, menenggak minuman beralkohol dibanding makanan halal dan bersimpuh di hadapan Tuhan?".
"Kenapa pula anda lebih menyukai memelihara anjing dengan cost sangat mahal daripada menyedekahkan dan menyantuni fakir-miskin. Islam memuliakan manusia, mengajari manusia hidup mulia dan memanusiakan manusia".
Jayda Fransen, si wanita aktivis itu hanya bisa terdiam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




