
SURABAYA (bangsaonline) - Perhatian para produsen material dan teknologi bangunan terkemuka semakin tinggi terhadap potensi dan daya serap pasar Surabaya sebagai gerbang utama pasar Jawa Timur dan kawasan timur Indonesia.
Trend ini terlihat dari keikutsertaan beberapa peserta (exhibitor) asing dalam Indonesia Building Materials & Technology (Indobuildtech) Expo 2014 ke-9 yang digelar 16-20 April 2014 di Grand City Surabaya.
"Ada dua negara yang ikut pada pameran kali ini. Yakni Thailand dengan produk teknologi genteng, serta Austria yang membawa produk kayu," ujar Dirut Debindo Miratama Dadan Kushendarman, disela pembukaan pameran Indobuildtech.
Peserta pameran asing baik lokal, menurut Dadan, tidak saja untuk mencari pelanggan baru tetapi juga untuk ekspansi pasar dan memperluas jaringan kemitraan usaha distribusi dan keagenan.
Dadan menyebut, pada pameran kali ini ada 70 peserta, lebih banyak dibandingkan peserta pameran serupa tahun lalu, 62 peserta. Ia memperkirakan akan ada kunjungan hingag 12 ribu selama pameran.
"Pesatnya proyek pembangunan infrastruktur di Surabaya dan sekitarnya, serta proyek pembangunan sistem transportasi moderen terpadu telah mendorong peningkatan kebutuhan akan material dan teknologi bangunan. Utamanya sektor properti hunian maupun niaga. Turut menjawab kebutuhan tersebut, maka para produsen dan pemasar
produk-produk material dan teknologi bangunan terkemuka menampilkan aneka ragam produknya pada pameran ini," urai Dadan. Sebanyak 70 persen peserta menampilkan produk kontruksi, 30 persen produk interior.
Sementara, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim Gentur mengaku sangat mendukung pameran ini. "Surabaya dan Jatim memang sedang terus melakukan pembangunan, baik perumahan maupun infratruktur lain. Masyarakat yang sedang butuh interior rumah seperti keramik, atap, dinding, partisi maupun perlengkapan bangunan ruang, bisa memanfaatkan pameran ini," tandas Gentur.



