Menurut Khofifah, Prof Ridwan Nasir adalah koordinator pengajian Kitab Tafsir Al Jilani di Masjid Al Akbar yang diampu oleh Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani. Saat kali pertama bertemu Syaikh Fadhil, tutur Khofifah, cucu ke-25 Syaikh Abdul Qodir Al Jilani itu langsung memberikan kitab Tafsir. Syaikh Fadhil kemudian menunjuk surat dalam Kitab Tafsir tersebut dan minta Prof Dr KH Ridwan Nasir untuk membaca.
Artinya, Prof Ridlwan Nasir punya kemampuan untuk membaca kitab Taafsir tersebut.
“Jadi Prof Ridlwan Nasir itu koordinator pengajian Kitab Tafsir Al Jilani,” tutur Khofifah di ruang transir Masjid Al Akbar kepada para kiai seusai shalat jenazah Prof Ridlwan Nasir.
Apakah Syaikh Fadlil akan terus mengampu Kitab Tafsir Al Jilani? Guru besar yang sangat familiar itu mengaku akan terus mengaji Tahfir Al Jilani di Masjid Al Akbar sampai akhir hayatnya. Ia bahkan sudah merasa sebagai warga Indonesia.










