Gresik, Fandi Akhmad Yani (kanan) saat penandatanganan kerja sama pengelolaan sumber daya air dengan BBWS. FOTO: ist.
ehingga dengan adanya kerja sama ini, peningkatan ekonomi masyarakat dalam sektor pertanian dapat meningkat.
Ruang lingkup kerja sama ini nantinya akan mencakup perencanaan, pembangunan, operasi dan pemeliharaan serta pengelolaan.
Kerja sama ini juga akan mengedepankan keterpaduan program dalam penyediaan air baku dan pengembangan jaringan irigasi hortikultura.
"Adapun infrastruktur yang menjadi fokus utama dalam kerja sama ini meliputi intake dan pipa transmisi air baku di Sungai Bengawan Solo hingga ke lokasi lumbung air yang berada di Kecamatan Panceng dan Kecamatan Dukun," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan proyek yang penting dalam penyediaan sumber air yang berkualitas bagi hortikultura di Kabupaten Gresik.
Menurutnya, sinergi ini sejalan dengan komitmen BBWS Bengawan Solo, dalam pengelolaan sumber daya air secara terpadu dan berkelanjutan.
"Nota kesepakatan ini kita harapkan juga bisa memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pengelolaan sumber air di Kabupaten Gresik. Kita ingin agar kerja sama ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dan upaya-upaya kelestarian sumber daya air," terangnya.
Hadir juga dalam kegiatan ini, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik, Andhy Hendro Wijaya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah (Bappeda) Gresik, Edy Hadi Siswoyo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Tata Ruang (PUTR) Gresik, Diannita Triastuti, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik, Ida Lailatussadiyah, Kepala Dinas Pertanian Gresik, dan Eko Anindito Putro, serta sejumlah Kepala Bagian (Kabag) di lingkup Sekretariat Daerah Gresik. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




