“Dengan cara tersebut, kita dapat memperbaiki sebuah sistem tanpa mengubah sistem yang sebenarnya,” tuturnya.
Alumnus University of New South Wales itu menambahkan, model simulasi lebih menguntungkan karena risiko yang terjadi saat menggunakan model trial and error dapat dihindari.
BACA JUGA:Singgung Peran NU, Kiai Asep: Kita Punya ITS dan ITB Tapi Tak Bisa Buat Motor, Apalagi Rudal
“Karena tidak adanya perubahan pada sistem yang sebenarnya, sehingga tidak ada kerusakan yang ditimbulkan atau menghentikan operasi,” kata Nurhadi.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, metode simulasi sistem industri seringkali digunakan dalam bidang Riset Operasional dan Ilmu Manajemen. Nurhadi memaparkan, permasalahan yang diselesaikan dengan metode ini perlu disesuaikan dari sisi kompleksitas masalahnya maupun perkembangan teknologi komputasi.










