Prosesnya pun sederhana, cukup pilih fasilitas kesehatan, jenis layanan, dan jadwal kunjungan. Setelah itu, nomor antrean akan muncul di aplikasi, siap digunakan saat tiba di fasilitas kesehatan.
“Dulu, kalau mau ke puskesmas, saya harus menunggu sakit benar-benar parah agar bisa izin kerja, karena antreannya lama. Sekarang, saya bisa menyesuaikan jadwal kunjungan dengan waktu istirahat, jadi tidak mengganggu pekerjaan,” tambah Hafidz.
Selain menghemat waktu, fitur ini juga mengurangi risiko kehabisan kuota pelayanan. Peserta tidak perlu datang lebih awal dan menunggu lama di ruang tunggu.
Transformasi digital melalui Mobile JKN ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan peserta JKN.
“Program JKN sangat membantu, terutama bagi pekerja seperti saya. Jika sewaktu-waktu sakit, BPJS Kesehatan siap menjamin biaya pengobatan. Ditambah dengan fitur-fitur inovatif seperti antrian online ini, layanan kesehatan jadi lebih mudah diakses. Saya mengajak semua peserta JKN untuk segera memanfaatkan fitur ini dan merasakan sendiri manfaatnya!” tutup Hafidz. (fer/adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




