inilah suasana acara pembukaan Asesmen Lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Program Doktoral (S3) Pendidikan Agama Islam Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto, Senin (27/4/2025). Foto: bangsaonline.
Bahkan, menurut Kiai Asep, UAC memiliki jurnal terbanyak diantara kampus swasta. “Yang berstandar atau terindeks scopus ada dua jurnal. Yang sedang diproses ada satu lagi. Jadi sebentar lagi sudah tiga jurnal berstandar scopus. Semuanya sekitar 15 jurnal, sesuai prodinya masing-masing,” kata Kiai Asep.
Kiai Asep juga terus melakukan pembangunan gedung berstandar internasional. “Semua tanah kita sudah 100 hektar,” kata Kiai Asep sembari mengajak BANGSAONLINE untuk menyaksikan gedung berstandar internasional yagn sedang dibangun.
“Ini untuk asrrama putri dari negara asing. Kalau asrama putra untuk negara asing sudah ada,” kata Kiai Asep. Lokasinya berada di belakang kampus UAC.
Peletakan batu pertama pembangunan gedung-gedung berstandar internasional itu dilakukan oleh Wakil Ketua MPR Yandri Susanto yang kini menjadi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Kiai Asep juga menjelaskan bahwa mahasiswa UAC datang dari seluruh provinsi Indonesia dan juga luar negeri.
“Sebagian mahasiswa dapat beasiswa. Dulu yang dapat beasiswa sampai 70 persen dari seluruh mahasiswa UAC,” kata Kiai Asep sembari menjelaskan bahwa beasiswa itu berupa makan gratis, asrama gratis dan bebas beaya kuliyah atau UKT.
Khusus mahasiswa asing juga dapat uang untuk beli sabun dan sebagainya.
Kiai Asep sendiri juga sering melakukan bensmarking ke berbagai perguruan tinggi di luar negeri. Antara lain ke Universitas Al Azhar Mesir, Mahidol Unversity Thailand, Perguruan Tinggi Hassan II Maroko, Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan (KUPUSB) Brunei, Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei, Universitas Brunei Darussalam (UBD) dan berbagai perguruan tinggi luar negeri lainnya.
Mneurut Kiai Asep, pengembangan UAC jadi perguruan tinggi internasional itu merupakan kelanjutan dari visi misi Amanatul Ummah.
“Yaitu untuk mewujudkan manusia unggul, beriman, bertakwa dan berkahlak mulia. Untuk kemuliaan dan kejayaan kaum muslimin dan kejayaan serta kemuliaan seluruh bangsa Indonesia dan keberhasilan cita-cita luhur kemerdekaan, terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan,” kata Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, hal itu direalisasikan dengan misi melaksanakan sistem secara ketat dan bertanggungjawab.
“Ketat dalam pelaksanaan, bertanggungjawab atas keberhasilan,” kata Kiai Asep.
Kiai Asep juga menjelaskan tujuan peruntukan pendidikan yang diasuhnya.
“Pertama, jadi ulama besar yang akan menerangi dunia dan utamanya Indonesia,” kata Kiai Asep.
Kedua, menjadi pemimpin negara dan bangsa Indonesia serta pemimpin dunia yang senantiasa mengupayakan terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan.
“Ketiga, menjadi konglomerat besar yang akan memberikan kontribusi maksimal terhadap terwujudnya kesejahteraan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Keempat, tutur Kiai Asep, untuk menjadi para profesional yang berkualitas dan bertanggungjawab.
Menurut Kiai Asep, kita semua harus punya cita-cita besar. Kenapa? “Innallaha yuhibbu ma’aliyal umur wayukrahu safsafaha. Allah itu senang terhadap orang yang tinggi urusannya, yang tinggi ciita-citanya, dan tidak suka terhadap orang yang rendah urusannya, rendah cita-citanya,” kata Kiai Asep.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




