DARI KIRI: Prof Dr Zainuddin Maliki, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dan M. Mas'ud Adnan. Foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, mengaku mengawali kehidupan dari bawah. Kiai low profile yang kini kaya raya tapi dermawan itu semula berprofesi guru SMP swasta di pojok gang di Jalan Siwalankerto Utara Surabaya.
“Saya bahkan pernah menjadi kuli bangunan,” ungkap Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dalam Podcast BANGSAONLINE yang dipandu M. Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE di kantor HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE di Jalan Cipta Menanggl I nomor 35 Surabaya.
BACA JUGA:
- UAC Bakal Buka Program Nuklir, Program Hukum Keluarga Islam Jadi Ilmu Layak Jual, Jika...
- Kiai Asep Cukup Persiapan Dua Bulan, Jika PP Amanatul Ummah Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
- Siap Tanggung Konsumsi Muktamirin, Kiai Asep Persilakan Amanatul Ummah Ditempati Muktamar ke-35 NU
- Jarang Orang Kaya Dermawan, Ketua PWNU DKI Jakarta: Jadilah Orang seperti Kiai Asep
Kiai Asep tampil di Podcast BANGSAONLINE bersama Prof Dr Zainudin Maliki, pengurus Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LKHP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kiai Asep mengaku tak bisa apa-apa dan tak punya kekuatan apa-apa. Terutama secara ekonomi dan pendidikan.
"Dulu saya itu mandek di (gelar) BA," kata Kiai Asep.
Menurut dia, kalau tak dibantu doa sulit sukses seperti sekarang.
“Andalan saya hanya doa,” ujar Kiai Asep menceritakan perjalanan hidupnya yang getir.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




