DARI KIRI: Prof Dr Zainuddin Maliki, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dan M. Mas'ud Adnan. Foto: bangsaonline
Ternyata doa yang dipanjatkan secara maksimal mengubah nasib Kiai Asep. Putra KH Abdul Chalim, pahlawan nasional, itu kini bukan hanya kaya raya tapi juga menjadi guru besar dan memiliki pondok pesantren besar dengan jumlah santri 14.000 orang. Yaitu Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur.
“Padahal dulu saya hanya seorang guru SMP swasta di pojok gang,” kata Kiai Asep yang pada bulan suci Ramadan lalu mengeluarkan 48.000 bingkisan berupa 3 kg beras, sarung dan uang trasport Rp 100 ribu per orang.
Karena itu Kiai Asep sangat prihatin terhadap temuan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang mengungkap ada 7 permen produk China dan Filipina bersertifikat halal tapi mengandung babi. Padahal 7 permen itu beredar secara bebas di super market dan mini market dan dikonsumsi anak-anak.
“Ini kan penipuan dan kebohongan,” kata Kiai Asep sembari minta produk-produk lain juga diteliti kembali.
Tapi benarkah mengonsumsi barang haram seperti 7 permen yang mengandung babi itu menumpulkan terkabulnya doa. Bagaimana pula pemaparan Prof Dr Zainuddin Maliki selalu pengurus PImpinan Pusat Muhammadiyah?
Simak pemikiran dan taushiyah penting dari Prof Kiai Asep Zainduddin dan Prof Dr Zainuddin Maliki di Podcast BANGSAONLINE lewat kanal YouTube.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




