Ilustrasi Petruk.
BANGSAONLINE.com - Kalau ngomongin pewayangan Jawa, kita pasti langsung inget tokoh-tokoh gagah kayak Arjuna atau Gatotkaca. Tapi, pernah kepikiran nggak sih, siapa tokoh paling nyeleneh dan kocak, tapi diam-diam bijaksana?
Kenalin, ini dia Petruk punakawan bertubuh tinggi, berhidung panjang, dan punya gaya ngomong yang khas. Tapi jangan salah, di balik tingkah kocaknya, dia pernah jadi raja juga, lho! Yuk, kita bahas bareng!
Petruk bukan orang sembarangan
BACA JUGA:
- Bahas Mitologi Hindu (5): Gatotkaca, Raksasa Putra Bhima yang Jadi Kunci Kemenangan Pandawa
- Bahas Mitologi Hindu (4): Sungai Gangga, Airnya Dipercaya dari Surga
- Bahas Mitologi Hindu (3): Hanuman, Dewa Berbentuk Kera Simbol Pengabdian
- Bahas Mitologi Makhluk Laut (1): Putri Duyung, Parasnya Cantik dan Suaranya Merdu, tapi Berbahaya!

Petruk bukan cuma figuran buat lucu-lucuan di cerita wayang. Dia adalah anak dari Resi Semar, dewa yang menyamar jadi manusia untuk mendampingi para ksatria Pandawa.
Petruk punya saudara: Gareng dan Bagong. Mereka bertiga jadi punakawan, penasihat setia dan penghibur Pandawa, terutama Werkudara alias Bima.
Walau sering muncul sebagai pelawak, Petruk tuh sebenarnya pintar, bijak, dan penuh sindiran tajam.
Asal-usul fisik nyentrik Petruk

Kenapa Petruk tinggi kurus dengan hidung panjang kayak pinokio versi lokal?
Konon, dulu dia tampan dan gagah. Tapi gara-gara kena kutukan atau salah guna kesaktian, wujudnya berubah jadi seperti sekarang. Tapi jangan salah, kekuatannya tetap luar biasa!
Justru bentuk tubuh nyentrik ini bikin dia semakin disayang penonton wayang karena jadi simbol kejujuran dan kesederhanaan.
Ketika Petruk jadi Raja: Prabu Kanthong Bolong!

Petruk pernah mengalami masa kejayaan luar biasa. Dia berhasil merebut takhta dari seorang raja lalim dan naik tahta sebagai Prabu Kanthong Bolong, raja yang katanya punya istana dari kulit kentongan!
Tapi kekuasaan nggak bikin dia lupa diri. Setelah sadar jadi raja bukan tempatnya, dia mengembalikan tahta dan kembali jadi punakawan setia.
Ini bukti bahwa Petruk sadar siapa dirinya, dan nggak rakus kekuasaan.
Humor, kritik sosial, dan sindiran tajam

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




