"Kita bicara soal anak-anak dari desil 1—mereka berasal dari 10% keluarga dengan kondisi ekonomi paling rendah. Tapi hari ini kita lihat, mereka berhak mendapatkan fasilitas terbaik. Kamar ber-AC, kamar mandi yang lebih bagus dari rumah saya mungkin, ventilasi sehat, kantin yang seperti di sekolah internasional, kelas-kelas yang luar biasa," tutur Khofifah.
Ia pun mengusulkan agar SRMA 24 yang berlokasi tak jauh dari Kecamatan Pare, daerah yang dikenal sebagai kampung Inggris, dapat memanfaatkan keunggulan lokasi dengan menyisipkan pembelajaran bahasa Inggris secara rutin.
"Coba bayangkan, Senin, Rabu, Jumat, mereka wajib berbahasa Inggris. Enam bulan saja di sini, Insya Allah mereka sudah fasih," tambahnya.
Tak hanya kemampuan akademik, Gubernur juga berharap SRMA 24 dapat menjadi pusat pendidikan karakter. Ia menyarankan agar ruang aula yang luas bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk TNI, Polri, dan pejabat daerah untuk memotivasi para siswa meraih cita-cita setinggi langit.










