Sedangkan tumpeng gunungan besar yang juga hasil bumi disiapkan di tempat upacara adat tidak jauh dari kolam Sumber Ubalan. Hasil bumi yang ada di tumpeng gunungan besar ini, juga menjadi rebutan warga yang sejak pagi sudah memadati area upacara.
Kades Jarak, Muhamad Toha, dalam sambutannya mengatakan bahwa kebur ubalan adalah upacara adat sedekah hasil bumi yang dilakukan tahunan setiap bulan Suro. Menurut Toha, arak-arakan barisan pembuka dan empat tumpeng gunungan berisi hasil bumi dimulai dari SDN Jarak 3, menuju sumber Ubalan.
"Kebur Ubalan sendiri artinya pembersihan kolam yang ada di Ubalan dan siram-siram air, itu untuk menggambarkan bahwa kita memohon kepada Allah SWT untuk segera diberi hujan sehingga bisa menambah debit air di kolam untuk kepentingan para petani," jelas Toha.
Menurutnya, upacara kebur Ubalan ini dilaksanakan sebagai rasa syukur atas nikmat dan berkah bagi warga Desa Jarak yang telah diberi sumber air yang tak pernah kering meski musim kemarau.




