Sembako murah yang dijual dalam program GPM untuk Warga Kota Kediri. (Ist)
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Hal ini merupakan upaya mengendalikan inflasi di Kota Kediri
Kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kolaborasi beberapa OPD, antara lain: DKPP, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Bagian Administrasi perekonomian, Perum Bulog Cabang Kediri dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).
BACA JUGA:
- Warga Jangan Panic Buying! Inflasi Kota Kediri Capai 3,27 Persen pada Mei, Ini Pemicunya
- Jembatan Kaliombo I Tutup Total hingga Desember 2026, Dishub Kota Kediri Siapkan Rekayasa Lalin
- Wali Kota Kediri Jelaskan 3 Raperda, dari Jalanan hingga Cadangan Pangan
- Rumah Kerap Bocor, Nenek 76 Tahun di Kota Kediri Terima Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta
Moh Ridwan, Kepala DKPP Kota Kediri, mengatakan, upaya ini ditempuh guna menstabilkan harga komoditas terutama pada komoditas dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Seperti yang kita ketahui terdapat beberapa komoditas dengan harga di atas HET terutama beras. Sehingga, Pemkot Kediri melakukan koordinasi bersama TPID dan Perum Bulog Cabang Kediri dan disepakati bersama akan melaksanakan GPM khusus warga ber-KTP Kota Kediri,” terangnya, Senin (25/8/2025).
Kegiatan tersebut akan berlangsung selama lima belas hari kerja, dimulai tanggal 25/8 hingga 15/9 pada lima belas kantor kelurahan.
Adapun kelurahan yang dipilih sebagai lokasi GPM, antara lain: Bandar Lor (25/8), Ngronggo (26/8), Bangsal (27/8), Lirboyo (28/8), Semampir (29/8), Bawang (1/9), Mrican (2/9), Kaliombo (3/9), Tempurejo (4/9), Ngampel (8/9), Setonopande (9/9), Tosaren (10/9), Banjarmlati (11/9), Balowerti (12/9), dan Pakunden (15/9).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




