Menurut Avira, dugaan campak muncul berdasarkan deteksi awal petugas medis melalui gejala yang dialami anak tersebut. Balita itu sebelumnya mengalami demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah seperti flu.
"Setelah itu, muncul bercak koplik atau bintik putih kecil di dalam mulut sebelum ruam merah khas campak menyebar ke seluruh tubuh 3-5 hari sejak gejala awal muncul. Bintik-bintik ini berwarna putih atau keabu-abuan dengan dasar merah, biasanya terlihat di pipi atau mulut," jelasnya.
Avira menambahkan, jumlah warga Pamekasan yang terdata positif campak kini mencapai 123 anak dari total 261 anak yang terduga.
Tingginya kasus campak di wilayah ini diduga kuat akibat rendahnya tingkat imunisasi.










