"Awalnya kita hanya ingin membagikan pita hitam sebagai tanda duka. Tapi antusiasme teman-teman luar biasa, hingga akhirnya berkembang menjadi konvoi dan doa bersama," ujar Subhan.

BACA JUGA:Antrean Solar Subsidi di Pamekasan Mengular hingga Badan Jalan, Sopir Keluhkan Kuota Terbatas
Menurutnya, apa yang dialami Affan menjadi duka seluruh driver. Karena itu, para ojol mendesak agar pelaku diberi hukuman setimpal, dan proses hukum digelar secara terbuka.
"Harapan kami, persidangan dilakukan transparan. Supaya rakyat Indonesia tahu bagaimana arogansi yang menimpa kami," jelasnya.










