Peringatan Maulid Nabi, Gubernur Khofifah Jadikan Momentum Teguhkan Damai dan Kerukunan

Ia juga mengingatkan salah satu sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, yang menyatakan bahwa seorang Muslim sejati adalah orang tidak menyakiti orang lain, baik melalui ucapan (lisan), maupuin perbuatan (tangan) mereka, sehingga sesama Muslim merasa aman dari mereka.

Implementasi ajaran damai Nabi Muhammad SAW bisa dimulai dari hal kecil. Menjaga ucapan, menghargai perbedaan, serta menahan diri dari tindakan yang menyakiti orang lain. Lebih jauh, kerukunan juga berarti memperkokoh solidaritas sosial, membantu sesama tanpa memandang latar belakang, serta menguatkan semangat persaudaraan sebangsa.

Dalam konteks bangsa Indonesia, Khofifah menyebut nilai-nilai Maulid Nabi SAW selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Keragaman suku, agama, dan budaya harus dilihat sebagai anugerah, bukan pemicu pertentangan. Meneladani Nabi berarti menjadikan keberagaman itu sebagai kekuatan untuk membangun persatuan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: