Doktor Ekonomi Islam tersebut menjelaskan, pendidikan vokasi merupakan kunci menghadapi era Indonesia Emas 2045. Menurutnya, SDM harus mampu membaca peluang global dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia mencontohkan, saat ini negara-negara di Eropa mengalami kekurangan tenaga kerja dari generasi muda (Gen Z). Hal ini membuka peluang besar bagi lulusan Politeknik Indonesia untuk tampil di kancah internasional.
Namun, Ning Lia mengingatkan, masih banyak terjadi mismatch antara keterampilan lulusan dan kebutuhan dunia kerja.
“Lulusan teknik Politeknik wajib menguasai preferensi global agar bisa bersaing. Jangan sampai kita hanya mengisi posisi yang kurang strategis, sementara peluang besar di bidang teknik dan teknologi diambil tenaga kerja asing,” tegas senator yang dinobatkan sebagai Wakil Rakyat Terpopuler se-Jatim versi ARCI itu.










