“Program ini tidak hanya mengangkat produk lokal Jawa Timur, tetapi juga memberi ruang bagi produk unggulan daerah tujuan misi dagang untuk berkembang bersama. Dengan demikian, hubungan dagang tidak bersifat satu arah, tetapi saling menguatkan antarwilayah,” ujar putri ulama kharismatik, KH Masykur Hasyim itu, Selasa (9/12/2025)
Ning Lia menilai keberhasilan terbaru yang mencatat transaksi Rp 4,45 triliun menunjukkan betapa strategis dan efektifnya misi dagang sebagai program pengungkit ekonomi.
Efek domino yang tercipta akan memutar roda perekonomian, mulai dari pelaku UMKM hingga industri besar.
Dirinya juga mengapresiasi langkah Pemprov Jatim yang turut mendorong kerja sama internasional melalui penandatanganan Letter of Intent dengan pelaku usaha Malaysia.










