Gunung Semeru Kembali Semburkan Abu Vulkanik, Pos Pengamatan Tetapkan Status Siaga

Gunung Semeru Kembali Semburkan Abu Vulkanik, Pos Pengamatan Tetapkan Status Siaga Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 600 meter di atas puncak dan abu vulkanik mengarah ke timur laut pada Selasa (6/1/2026). Foto: PVMBG

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Gunung Semeru kembali semburkan abu vulkanik ke arah timur laut, dan berada pada status Level III atau Siaga, Selasa (6/1/2026).

Dari data yang berhasil dihimpun, Gunung Semeru tercatat mengalami tiga kali erupsi kurang dari satu jam, sejak pukul 8.07 WIB hingga 8.24 WIB.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.07 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto.

Menurut Liswanto, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas ke arah timur laut.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, kembali erupsi pada 08.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak (4.276 mdpl).

"Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut," katanya.

Setelah tiga menit, Gunung Semeru kembali erupsi pada 8.24 WIB dengan kolom erupsi tak teramati.

Liswanto mengatakan Gunung Semeru berada pada status Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi antara lain larangan beraktivitas bagi masyarakat dalam jarak tertentu.

"Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi)," katanya.

Di luar jarak tersebut, lanjutnya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Kemudian warga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (rif)