KEDIRI (BangsaOnline) - Setelah didesak ratusan pendemo dari para pedagang pasar loak Kaliombo, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar akhirnya berhasil meredam dengan menjanjikan akan dibangunkannya pasar baru yang lokasinya strategis.
"Bapak-bapak, Ibu-ibu, saya tidak mengabulkan permintaan jenengan untuk kembali ke trotoar di jalan patiunus dan sriwijaya. Sebagai gantinya, saya berjanji akan membangunkan pasar yang baru di lokasi yang strategis," janji Abu dihadapan ratusan pendemo, Rabu (23/4/2014) siang.
Ketika didesak pendemo, kapan janji itu direalisasi, dengan bijak, Abu mengaku, paling cepat tahun 2015. Sebab, tidak mungkin tahun ini, karena juga membutuhkan anggaran yang besar dan perencanaan yang matang. "Paling cepat tahun 2015, karena tahun ini sudah tidak memungkinkan," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya meminta para pedagang untuk sementara waktu bersabar menempati pasar Kaliombo. "Saya minta bapak-bapak, ibu-ibu sabar dulu, untuk sementara waktu menempati pasar Kaliombo," pintanya.
Setelah sempat berdepat, akhirnya massa membubarkan diri dari depan Balai Kota Kediri. Untuk diketahui, akibat aksi unjuk rasa ini, Jalan Kartini sempat ditutup total, karena massa memenuhi jalan yang berada di selatan Balai Kota Kediri itu.




