Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menyampaikan taushiah seusai shalat jemaah Subuh di masjid Nabawi Madinah. Tampak jemaah umrah PT Auva mendengarkan ceramah Kiai Asep di pelataran Masjid Nabawi Madinah, Selasa 6 Januari 2026. Foto: Bangsaonline.
MADINAH, BANGSAONLINE.com - Suhu di Kota Madinah normal beberapa hari ini. Setidaknya untuk jemaah asal Indonesia.
Jika sebelumnya suhu di Kota Madinah sempat menyentuh angka 6 derajat celsius, sekarang, saat berita ini di tulis, Selasa (6/1/2026) pukul 14.42 waktu setempat, suhu di Madinah 27 derajat celsius.
BACA JUGA:
- Jelang Armuzna, Ini Taushiah Penting Amirulhaj Prof Kiai Asep kepada Jemaah Haji dan Petugas Haji
- UAC Bakal Buka Program Nuklir, Program Hukum Keluarga Islam Jadi Ilmu Layak Jual, Jika...
- Kiai Asep Cukup Persiapan Dua Bulan, Jika PP Amanatul Ummah Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
- Siap Tanggung Konsumsi Muktamirin, Kiai Asep Persilakan Amanatul Ummah Ditempati Muktamar ke-35 NU
"Padahal waktu kita datang suhu sangat dingin sekali di Madinah," ujar Muhammad Fachruddin, salah satu jemaah asal Indonesia kepada BANGSAONLINE.
Otomatis saat itu harus pakai jaket tebal tak tembus angin.
Cak Fa - panggilan Muhammad Fachruddin, adalah wakil Ketua PAN Jatim.
Pernyataan senada disampaikan Dr Achmad Rubaie.
"Ya, sekarang suhunya sedang kayak Indonesia. Gak pakai jaket sudah gak apa-apa," timpal Achmad Rubaie dengan wajah berbinar.
Rubaie adalah mantan anggota DPR RI dan DPRD Jatim yang kini aktif di Yayasan Unitomo Surabaya.
Robert - panggilan Akhmad Rubaie - mengungkapkan bahwa suhu di Madinah normal sehingga membuat nyaman untuk ibadah.
Pantauan BANGSAONLINE, suhu di kota Madinah sekarang memang sangat bersahabat dan nyaman untuk ibadah. Apalagi kalau matahari mulai menyinari kota religius yang populer sebagai kota terbersih dan indah itu.
Hanya saja kalau pagi kadang ada angin menerpa kencang sehingga langsung menusuk kulit. Dingin sekali.
Tapi ketika sinar matahari mulai menyinari Madinah suhu langsung terasa enak sekali. Hangat. Bahkan nyaman sekali untuk tubuh. Segar dan hangat.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur mengajak 23 orang - termasuk beberapa tokoh untuk umrah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




