Pelantikan KPPM di Surabaya, Ning Lia Dorong Persatuan Pengurus KPPM

Pelantikan KPPM di Surabaya, Ning Lia Dorong Persatuan Pengurus KPPM Anggota DPD RI, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, saat menghadiri pelantikan pengurus KPPM di Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, bersama Senator asal Maluku, Bisri As Shiddiq Latuconsina, menghadiri pelantikan Pengurus Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) pada Sabtu (18/1/2026).

Agenda tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Maluku di Jawa Timur untuk memperkuat persaudaraan, menjaga nilai sejarah, serta mendorong kontribusi nyata dalam bidang sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Dalam sambutannya, Ning Lia mengapresiasi soliditas masyarakat Maluku di Jawa Timur. 

“Persaudaraan Maluku adalah contoh nyata bahwa kerja keras dan kebersamaan sangat penting. Dengan kekayaan budaya dan kualitas SDM yang dimiliki, Maluku harus percaya diri tampil di tingkat nasional,” ujarnya.

Keponakan Gubernur Khofifah itu berharap, kehadiran tokoh Maluku di Jawa Timur mampu memperkuat penyaluran aspirasi daerah dalam kebijakan nasional. 

“Pelantikan pengurus KPPM ini diharapkan menjadi penguat peran organisasi sebagai perekat persaudaraan warga Maluku, sekaligus motor penggerak pembangunan sosial dan pendidikan terutama di Jawa Timur,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPPM, Frans Huawe, menegaskan pihaknya bukan sekadar wadah berhimpun, melainkan organisasi strategis untuk menjaga nilai kemanusiaan dan sejarah orang Maluku. 

“Ini adalah proses peralihan dan keputusan baru. Kita harus bersatu, bergandengan tangan, serta melihat ke depan. Tantangan bisa menjadi hambatan, tetapi juga peluang,” ucapnya.

Ketua Dewan Pembina KPPM, Paul Tahalele, menekankan pentingnya peran generasi muda Maluku, khususnya di bidang pendidikan. 

“Tingkat pendidikan Maluku masih berada di peringkat ke-33, sementara angka kemiskinan masuk 10 besar nasional. Karena itu, generasi muda harus terlibat aktif, terutama di perguruan tinggi, untuk membangun Maluku ke depan,” paparnya

Ia turut mengingatkan kekayaan Maluku yang melimpah, mulai dari rempah-rempah, ribuan pulau indah, hingga budaya seperti Tari Cakalele, Saureka, dan Poloneis. Ia meneladani semangat Pattimura dan Martha Christina Tiahahu dengan semboyan 'Lawa Mena Haulala' (lebih baik mati daripada menyerah). 

“Meneladani Pattimura, kita harus keluar dari kemiskinan melalui pendidikan dan persatuan untuk membangun Maluku,” katanya.

Bisri As Shiddiq Latuconsina juga mendorong KPPM agar menjadi ruang kolaborasi lintas daerah dan generasi. 

“Maluku harus percaya diri. Kerja keras dan kebersamaan adalah kunci. Kita perlu melahirkan lebih banyak tokoh nasional, bukan hanya mengirim perwakilan daerah,” tuturnya.

Kepala Bakesbangpol Jatim, Eddy Supriyanto, menegaskan komitmen pemerintah dalam pemerataan kesejahteraan, terutama di bidang pendidikan. 

“Program seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Taruna Nusantara, dan SMA Taruna di berbagai daerah merupakan upaya meningkatkan kualitas SDM. Organisasi kemasyarakatan seperti KPPM sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan dan kesejahteraan,” ujarnya. (rev/mar)