Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kerusakan terjadi akibat bagian bawah jembatan sisi timur ambrol karena tergerus aliran air, sehingga lantai jembatan ikut runtuh.
Untuk mencegah risiko kecelakaan, akses jembatan langsung ditutup total dan dipasangi penanda peringatan agar tidak dilintasi kendaraan.
Selain penutupan sementara, BPBD Kabupaten Blitar telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar terkait penanganan jembatan. Perbaikan direncanakan mulai dilakukan dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.
“Yang jelas, untuk sementara tindakan darurat yang telah dilakukan yaitu penutupan total akses jembatan serta pemasangan rambu-rambu peringatan guna mencegah terjadinya kecelakaan,” katanya.
Adapun spesifikasi jembatan tersebut memiliki bentang sekitar 3 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 3 meter dengan sistem konstruksi pelat beton. Selama ini, jembatan menjadi salah satu akses penting menuju wilayah Kanigoro dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




