
Surbaya (bangsaonline) - Lapangan migas yang dikelola Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) akan terus diupayakan peningkatan produksinya melalui kegiatan eksplorasi untuk penemuan cadangan baru, serta kegiatan ekploitasi. Di Jatim, menurut General Manager JOB PPEJ Akbarsyah,
kegiatan operasi industri hulu migas di wilayah kerja Jatim masih terus berkembang baik kegiatan eksplorasi mencari cadangan baru maupun peningkatan produksi.
“Ini menjadi peluang mitra kerja lokal untuk terus mengembangkan kompetensinya memenuhi kebutuhan pendukung kegiatan operasi dan peluang untuk mengembangkan skalanya menjadi mitra kerja skala nasional atau bahkan internasional. Kami siap melakukan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas lokal ini,” ujar Akbarsyah, saat memberikan penghargaan kepada vendor (mitra kerja) atau suplier lokal dan nasional yang dinilai berprestasi yakni CV Surya Pratama, PT Maiza Lubrika dan CV Matra Koalisi di Hotel Sangri La Surabaya, kemarin.
Untuk menopang hal itu, JOB PPEJ kini mengembangkan Supply Chain Management (SCM) yang berbasis pada Quality, Health, Safety & Environment (QHSE) dan Corporate Social Responcibility (CSR).
"Harapan kami, makin banyak mitra kerja binaan JOB PPEJ yang berkembang menjadi perusahaan besar seperti PT Atamaroa Teknik Makmur yang berhasil mendirikan PT Alva Valve Indonesia dan nembawa nya menjadi perusahaan nasional yang memiliki lisensi operasi internasional dan PT Matra Koalisi yang merupakan perusahaan lokal Tuban yang berhasil bermetamorfosis menjadi perusahaan pabrikan produk beton dengan lisensi nasional," kata Akbarsyah.
Akbarsyah menambahkan, 98 persen pegawai JOB PPEJ adalah penduduk Tuban dan Bojonegoro. Salah satu pegawai lokal kini bahkan sudah "dibajak" operator migas lain dengan jabatan Assisten Manager. "Kader-kader lokal dalam industri Migas di JOB PPEJ kini mulai laku keras. Ini jadi kebanggaan kami," jelasnya.
Sementara, Bupati Bojonegoro Suyoto dan Wakil Bupati Tuban Noor Nahar mendukung langkah JOB PPEJ meningkatkan kapasitas lokal dan terus melakukan pembinaan. "Meninggat produksi migas sangat penting bagi kepentingan nasional, maka harus ada saling percaya dan saling mendukung antara operator migas dengan masyarakat agar kegiatan operasi operator migas lancar. Operator Migas harus membantu dan percaya pada kemapuan masyarakat," kata Noor Nahar.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro berpesan agar pengusaha lokal jangan hanya memburu fee atau jadi makelar dari pekerjaan yang didapat. Itu hanya menyebabkan ekonomi biaya tinggi.
"Harus profesional, harus berorientasi pada jangka panjang. Kalau hanya memburu fee, meski sekarang dapat pekerjaan dan untung, tetapi dalam jangka panjang akan bangkrut. Jadi orang kaya baru calon miskin," kata Suyoto.



