“Emak-emak dan bapak-bapak juga punya peran penting. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Di rumahlah nilai Pancasila, toleransi, dan cinta tanah air pertama kali diajarkan,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Suasana acara berlangsung hangat dan interaktif. Para ibu rumah tangga aktif mengajukan pertanyaan seputar pendidikan karakter anak di era media sosial, sementara para bapak turut menyampaikan pandangan tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik dan sosial.
BACA JUGA:Ingatkan Nilai Sejarah Gedung Grahadi, Ning Lia Ajak Masyarakat Jaga Cagar Budaya dan Guyub Rukun

Sementara itu, Prof. Dr. Jazuli Juwaini yang turut hadir sebagai narasumber menambahkan dimensi spiritual dalam diskusi kebangsaan tersebut. Ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.










