Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo (dua dari kanan), ketika menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik menguatkan budidaya semangka petani Tapal Kuda, Jawa Timur, melalui lomba 'Pestani Semangka Tapal Kuda'. Program tersebut digelar untuk mendorong peningkatan produktivitas semangka di tengah cuaca ekstrem dan musim hujan.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menyebut permintaan semangka meningkat selama Ramadhan 1447 H, namun banyak petani mengalami gagal panen akibat hujan.
“Selama perlombaan, Petrokimia Gresik memberikan pendampingan kepada para petani. Dengan penerapan teknologi yang tepat dan penggunaan pupuk berkualitas, komoditas semangka menjadi lebih tahan terhadap curah hujan tinggi, sehingga produktivitas petani dapat ditingkatkan di momen Ramadhan tahun ini,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Lomba ini melibatkan petani dari Jember, Lumajang, dan Banyuwangi dengan penilaian berdasarkan berat buah, tingkat kemanisan (Brix), serta dokumentasi budidaya. Peserta juga mendapat paket tanam sebagai dukungan perusahaan.
Selain lomba, Petrokimia Gresik menggelar demonstration plot (demplot) di Banyuwangi, yang mana menunjukkan tingkat kemanisan semangka mencapai 12 Brix, lebih tinggi dari standar 10 Brix, dengan masa polinasi lebih singkat serta produktivitas meningkat hingga 34 persen. Panen mencapai 63 ton per hektare, naik dari 47 ton per hektare meski cuaca ekstrem.
“Para petani Tapal Kuda ini umumnya menjual semangkanya ke Surabaya, Semarang, Jakarta, Lampung, dan Bali. Dengan hasil maksimal, pendapatan petani di momen Ramadhan ini tentu semakin besar lagi,” urai Adit.
Dalam demplot, ia menyatakan bahwa Petrokimia Gresik menggunakan produk unggulan seperti Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, dan Phonska Cair.
“Kami berharap keberhasilan demplot ini dapat diduplikasi oleh petani semangka di wilayah Tapal Kuda. Dengan demikian, petani dapat merasakan langsung manfaat produk unggulan Petrokimia Gresik dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Salah satu peserta lomba, Egal dari Jember, menyampaikan terima kasih atas program ini.
“Bukan hanya produktivitas yang meningkat, tapi pendapatan kami juga semakin bertambah. Lebih-lebih permintaan buah semangka di momen Ramadhan cukup tinggi. Pestani bagi kami adalah solusi,” katanya. (hud/mar)









